Tampilkan postingan dengan label Cyber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2019

5 Cara Untuk Amankan Facebook Anda

Fitur petisi politik Facebook | UBERGIZMO
Siapa yang tidak tau dengan Facebook dijaman sekarang? ya, pasti semua orang tau facebook dan mempunyai account facebook.
Aplikasi media sosial tentu menyimpan banyak hal tentang data pribadi Anda, salah satunya adalah Facebook. Tak dapadipungkiri, kejahatan siber melalui media sosial bisa terjadi kapan saja.
Sebagai pengguna media sosial yang cerdas dan bijak, Anda juga perlu menjaga informasi dan identitas pribadi untuk tetap aman dari pencurian atau aksi kejahatan online. Hal ini menjadi sangat penting jika Anda menggunakan Facebook untuk menyampaikan sebuah kabar, pendapat atau komentar, dan aksi pembajakan akun dapat terjadi dan menyalahartikan diri Anda.
Layaknya platform dan layanan online lain yang kita gunakan setiap harimulai dari perbankan dan belanja hingga media sosial lainnyaFacebook memiliki serangkaian kebijakan dan fitur untuk menjaga identitas dan informasi pribadi Anda tetap terlindungi dari ancaman pembajakan.
Berikut lima hal dasar dari fitur keamanan Facebook yang harus Anda ketahui untuk menjaga data pribadi tetap aman berdasarkan laporan resminya.
Fiturnya sangat mudah diakses melalui menu Pengaturan > Umum > "Keamanan dan Login".
1. Menu "Apakah itu saya?"
Where You’re Logged In (Dimana Anda Login) menunjukkan lokasi Anda login dan perangkat yang digunakan. Hal ini sangat berguna untuk memberitahu Anda aktivitas yang aneh atau tidak biasa, yang dilakukan oleh pihak lain dan juga memberikan Anda opsi mengambil tindakan dengan cara keluar dari perangkat tersebut. Penting untuk memeriksanya secara berkala jika Anda mengakses Facebook di komputer umum atau perangkat milik orang lain.
2. Menu "Apakah itu Anda?"
Facebook merekomendasikan Anda untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan pemberitahuan terkait login yang tidak dikenal. Ketika Anda mengaktifkan fungsi ini, Anda akan menerima notifikasi di akunFacebookFacebook Messenger, dan email yang terdaftar, yang menginformasikan Anda jika ada  pihak lain yang telah login melalui perangkat tak dikenal. Anda juga dapat memilih 'not me' dan keluar  dari perangkat tersebut.
3. Kata sandi 
Banyak orang menggunakan kata sandi yang mudah diingat dan berkaitan dengan pengalaman 
pribadi. Yang menjadi isu adalah hal ini sangat mudah ditebak orang lain. Sangat penting untuk 
menggunakan kata sandi yang kuat dan unik sehingga tidak mudah ditebak. Sebaiknya Anda 
menggunakan kombinasi unik angka, karakter, dan kata, dan juga mengunjungi menu 'Changing Password' (Ubah Kata Sandi) secara berkala.
4. Akses Keamanan Ganda
Cara lain untuk memperkuat pertahanan Anda adalah dengan memanfaatkan 'two-factor authentication' atau 2FA untuk login. Fungsi 2FA Facebook membuat akun lebih aman karena Anda harus menggunakan kombinasi identifikasi personal untuk login. Biasanya kata sandi Anda dan kode unik login yang dikirimkan ke nomor ponsel melalui pesan singkat.
Lapisan kedua perlindungan ini  banyak digunakan oleh bank dan penyedia layanan online lain yang menggunakan data pribadi atau  data keuangan. Setelah akun sudah aman, Anda dapat mendaftarkan perangkat yang sering dipakai untuk Authorized Logins (Login yang Resmi), yang tidak membutuhkan kode dan juga mengatur App Passwords (Kata Sandi Aplikasi) khusus.
5. Pilih orang yang dapat dipercaya
Facebook juga memampukan Anda untuk mengatur sistem keamanan ekstra termasuk memilih 3 hingga 5 orang dari keluarga atateman yang dapat dihubungi jika Anda tidak dapat mengakses akun.
Fungsi ini sangat bermanfaat jika seseorang mengakses akun Anda dan mengganti email serta kata sandi. Pilih Reveal my Trusted Contacts (Ungkap Kontak Tepercaya) dan ketik nama lengkap teman Anda. Selanjutnya  anda akan menerima link yang hanya dapat diakses oleh orang tersebut, dan mereka dapat memberikan kode untuk mengakses kembali akun Anda.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 07 Februari 2019

BSSN Hadirkan Honeynet, Guna Deteksi Serangan Cyber

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Djoko Setiadi, Kamis (7/2), dalam acara Forum Cyber Corner, di Jakarta Selatan 
Djoko Setiadi selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara resmi memperkenalkan situs Honeynet BSSN pada Kamis (7/2) dalam acara Forum Cyber Corner di Jakarta Pusat.
“Sebagai bentuk respon terhadap keamanan siber Indonesia, pada 2018 BSSN membentuk kerjasama dengan Honeynet Indonesia,” ujar Kepala BSSN, Djoko Setiadi.
Djoko Setiadi mengungkapkan situs Honeynet BSSN merupakan hasil kerjasama pihaknya dengan Indonesia Honeynet Project yang dapat memberikan informasi mengenai serangan siber khususnya malware secara realtime.
“Ancaman siber memiliki spektrum yang sangat lebar, salah satu ancaman terbesar adalah malware. Awalnya, dibuat sebagai lelucon, dan tidak menghancurkan. Tapi kini didesain untuk mengincar data di perangkat pengguna. Berkaca dari itu, dibutuhkan sistem deteksi melalui sistem Honeynet,” ujarnya.
Situs Honeynet tersebut menampilkan data dari hasil deteksi sistem Honeypot yang memang dirancang menarik hacker untuk menyerang sistemnya.
Sistem tersebut mendeteksi dan merekam kegiatan serangan malware, kemudian rekaman tersebut akan disimpan dan dipelajari untuk melakukan langkah pencegahan.
Direktur Deteksi Ancaman BSSN, Sulistyo menuturkan, dengan adanya Honeynet, pihaknya memiliki bank data serangan malware yang masuk ke Indonesia dan bisa diteliti untuk mendeteksi serangan selanjutnya.
“Jadi gini, kalau kita punya bank data dari malware yang masuk ke Indonesia, maka kita kemudian mampu melihat potensi-potensi serangan malware yang mungkin terjadi di Indonesia,” kata Sulistyo.
Lebih lanjut Sulistyo mengungkapkan, bank data yang dihasilkan dari hasil deteksi Honeynet dapat dijadikan sebagai pusat riset malware.
“Di satu sisi bisa digunakan untuk mengembangkan kemampuaan kita untuk memproteksi dan mendeteksi malware. Di sisi lain bisa jadi malware itu digunakan untuk kemanfaatan lain,” ungkapnya.

Sumber: Akurat.co