Tampilkan postingan dengan label Platform Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Platform Digital. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Instagram Kembangkan Fitur Terbaru Yang Memudahkan Pengguna Untuk Login Dengan Banyak Akun

Aplikasi Whatsapp, Messenger dan Instagram. | Getty Images
Instagram adalah salah satu aplikasi sosial media yang sekarang paling banyak digunakan di Indonesia maupun diberbagai negara lainnya.
Instagram kali ini dikabarkan sedang menggarap fitur yang memungkinkan penggunanya untuk masuk ke beberapa akun hanya dengan satu nama pengguna dan satu kata sandi. Hal ini diketahui oleh peneliti media sosial bernama Ishan Agarwal
Dilansir dari Engadget, Selasa (5/2), Ishan mengatakan terdapat kode program untuk fitur yang disebut 'App Linking’ dalam file APK versi alpha Instagram untuk perangkat Android.
Kode tersebut diprediksi memungkinkan pengguna untuk membuat akun utama dapat mengatur profil akun lain yang mungkin dimiliki pengguna. Ketika masuk ke akun utama, maka secara langsung akan masuk ke akun lain dari pengguna.
Ishan mengklaim hal ini dapat dapat memudahkan pengguna jika memiliki lebih dari akun, seperti untuk pribadi dan akun bisnis. Di sisi lain, fitur ini juga dianggap bisa membahayakan privasi. Mengingat jika akun tersebut diretas, maka peretas dapat langsung masuk ke seluruh akun secara langsung.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika fitur tersebut benar akan hadir di Instagram, pengguna yang ingin memanfaatkannya disarankan untuk meangktifkan keamanan otentikasi dua faktor.
Namun, Instagram belum secara resmi mengumumkan akan adanya fitur tersebut, sehingga belum bisa diprediksi kapan akan dirilis dan dapat digunakan pengguna di perangkat Android.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 05 Februari 2019

Hybrid Cloud Hadir Untuk Jadi Solusi Tantangan Platform Digital Masa Depan

Hybrid Cloud
Seiring perkembangan platform digital dengan sangat cepat, makin luas dan kompleks, akan banyak berbagai macam tantangan di masa depan. Kebangkitan platform digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan dengan mengkonfigurasi ulang penciptaan sumber daya baru dengan skala yang lebih efisien, serta berbasis data untuk membentuk lingkaran umpan balik dalam komunitas.
Model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan. Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.
Kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security. Karena itu, dibutuhkan solusi terdepan guna menjawab tantangan masa depan seiring dinamika bisnis yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan efisiensi.
“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujar Agus F. Abdillah, Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra saat menjadi pembicara dalam forum Future Commerce Indonesia 2019 Cloud Computing and Content Marketing di Jakarta kemarin.
Agus menjelaskan hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global.
Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan mereka serta mengintegrasikan dengan automated customer service.
Solusi tantangan masa depan di sector retailantara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics serta analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan. Kemudian, mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitivedi data center lokal.
Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi dengan nama hybrid cloud system. Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, namun bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global. 
Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin. Alex Budiyanto, Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), dalam kesempatan yang sama menjelaskan di masa depan, peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan bangsa ini. Dan seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing.
“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya.
Menurut dia, Internet of Things (IoT) akan mengirimkan data ke cloudartificial intelligencedan big data analytics merupakan jasa yang terhubung dengan cloud.
“Ini merupakan kampanye penting karena jika kita berbicara industri 4.0 kita akan bicara cloud computing karena cloud merupakan aspek fundamental dalam perjalanan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Sumber: Akurat.co