Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2019

Gila! Xiaomi Mesh Router Suits Dapat Tersambung Hingga 248 Perangkat

Xiaomi Mesh Router Suits | GIZCHINA
Mendengar kata Xiaomi yang pertama kali terlintas dipikiraan adalah produk-produk smartphone mereka pastinya.
Eits tapi jangan salah, lho! Xiaomi secara resmi mengumumkan produk unggulan baru mereka. Namanya Xiaomi Mesh Router Suits. Menurut rilis resmi, perangkat tersebut adalah sistem Wi-Fi yang dapat menangani berbagai kebutuhan rumah.
Xiaomi Mesh Router Suits terdiri dari dua router yang dapat dengan mudah menjangkau berbagai jenis sinyal Wi-Fi. Dilaporkan Gizchina, router baru Xiaomi itu dilengkapi dengan prosesor ARM quad-core Qualcomm DAKOTA, di mana frekuensi single-corenya mencapai 717MHz, yang membuat pemutaran video online lebih lancar dan meningkatkan kinerja perangkat secara keseluruhan.

Selain itu, Xiaomi Mesh Router Suits menggunakan memori 256MB bawaan yang menghadirkan kemampuan koneksi perangkat yang lebih stabil. Setiap set Router Mesh dapat menghubungkan hingga 248 perangkat dan hebatnya koneksi tetap stabil alias tidak jatuh.

Xiaomi Mesh Router Suits menggunakan teknologi Mesh untuk mendukung jaringan hibrida empat saluran. Secara umum, perangkat tersebut menggunakan 2.4GHz Wi-Fi, 5GHz Wi-Fi, Gigabit Power Line dan jaringan hibrida kabel jaringan. Kecepatan jaringan teoritis setinggi 2567Mbps dengan port Gigabit Ethernet yang sepenuhnya akan melepaskan bandwidth operator.

Xiaomi Mesh Router Suits memiliki port jaringan yang kompatibel untuk jaringan apapun. Teknologi ini mengadopsi teknologi identifikasi otomatis dari port jaringan dan tidak perlu membedakan port WAN/LAN. Setelah satu port jaringan dicolokkan ke kabel jaringan eksternal, port jaringan lainnya secara otomatis beralih ke mode port LAN.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 28 Februari 2019

Indonesia Darurat Serangan Siber, Perusahaan Australia Tawarkan Solusi Sistem Keamanan Siber

Ilustrasi Peretas Anonymous
Koorporasi maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), nampaknya harus waspada akan ancaman siber. Tingginya tingkat serangan siber yang masuk ke Tanah Air khususnya bermotif uang.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI), Aritonang mengatakan, data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menunjukan bahwa pada 2018 Indonesia mengelami sekitar 200 juta serangan siber.
“Melihat hal tersebut, perusahaan dan BUMN di Indonesia wajib mewaspadai serangan keamanan siber,” ujarnya, Rabu (27/2).
Terkait hal tersebut perlu adanya peningkatan pemahaman terkait bagaimana mitigasi serangan dan meningkatkan keamanan siber di berbagai sektor.
Founder and Chairman perusahaan teknologi keamanan, Professtama, Sanny Suharli menilai, keamanan siber harus menjadi perhatian berbagai pihak. Mengingat saat ini sudah banyak yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Sementara, direktur perusahaan keamanan siber asal Australia, Red Piranha, Richard Backer menuturkan potensi kerugian akibat ancaman siber begitu besar. Ia memprediksi dalam lima tahun kedepan angka kerugian akibat hal tersebut bisa mencapai 8 triliun dolar Australia.
“Perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks, menjadikan salah satu tantangan terbesar adalah kebutuhan akan keamanan siber,” kata Backer.
Untuk Professtama bekerja sama dengan Red Piranha memberikan tawaran edukasi dan solusi untuk para korporasi dan BUMN terkait peningkatan sistem keamanan dengan menghadirkan Crystal Eye.
Sebagai informasi, Crystal Eye merupakan sebuah platform Unified Thread Management (UTM) yang mengedepankan sistem pertahanan siber berlapis untuk kebutuhan koorporasi dan usaha kecil menengah (UKM).
Sistem tersebut diklaim mampu memproses lebih dari 14 juta indikator ancaman perharinya, dengan kemampuan analisa dan vasibilitas aktual. Sehingga memungkinkan penanganan ancaman secara otomatis.

Sumber: Akurat.co

Samsung Galaxy Fold Rumornya Hanya Akan Diproduksi 100rb Unit

Samsung Galaxy Fold 
Samsung, salah satu brand besar di dunia smartphone ini kembali meluncurkan produk terbarunya, yaitu Samsung Galaxy Fold.
Tapi rumornya, ponsel lipat besutan Samsung itu hanya akan diproduksi sebanyak 100 ribu unit saja. Kabar ini hampir mendekati kenyataan setelah Kate Beaumont, direktur produk, layanan, dan strategi komersial Samsung Inggris mengamini hal tersebut.
Menguti laporan The Verge, Kamis (28/2), Beaumont mengonfirmasi bahwa Samsung memang akan membatasi ketersediaan dari Galaxy Fold dibandingkan dengan Galaxy S10. Tetapi ia belum mau mengungkap jumlahnya secara pasti. Soal angka 100 ribu unit yang diprediksikan banyak pengamat, Beaumont tidak menampik dan juga tidak mengiyakannya.
Sebenarnya bukan sebuah kejutan apabila Samsung membatasi produksi untuk perangkat paling baru dari jenisnya itu. Salah satu alasan utamanya adalah biaya untuk membuat komponen baru pada ponsel ini tidaklah sedikit. Selain itu, Samsung tentu realistis dengan ingin melihat respon pasar terlebih dulu sebelum memproduksinya secara masif.
Galaxy Fold sendiri dirilis secara resmi bersamaan dengan ponsel flagship Samsung seri Galaxy S10. Pada ajang bertajuk "Samsung Galaxy Unpacked Event 2019" yang berlangsung pada 21 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium San Francisco, California, Amerika Serikat.
Layar Samsung Galaxy Fold menggunakan Infinity Flex Display baru berukuran 7,3 inci saat dibentangkan menjadi seperti tablet. Layar tersebut memiliki resolusi QXGA + (4.2: 3). Sementara ketika dilipat, layarnya HD + (12: 9) berukuran 4,6 inci.
Samsung menyematkan bagian engsel yang kokoh. Di bagian belakang terdapat tiga kamera yakni 16 MP (ultra-wide) + 12 MP (wide) dan 12 MP (telephoto). Sementara kamera depan 10 MP.
Dari segi harga, Samsung Galaxy Fold dibanderol dengan harga 1.980 Dollar AS atau Rp28 jutaan.

Sumber: Akurat.co

Huawei Mate X Dapatkan Penghargaan "Best of MWC" Di Barcelona

Huawei Mate X 
Ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona sudah berakhir, banyak dari produsen-produsen besar smartphone ujuk gigi diajang ini, salah satunya adalah Huawei, dengan produknya Mate X.
Smartphone lipat terbaru HuaweiMate X meraih penghargaan dari sejumlah media global dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Trusted Reviews memberikan predikat 'Best of MWC' untuk Mate X dan MateBook X Pro.
Hal itu berkat desain dan teknologi yang dinilai mengesankan. "(Mate X) adalah perangkat cantik dengan desain lipat yang lebih praktis ketimbang Galaxy Fold," demikian penilaian Trusted Reviews seperti disampaikan dalam rilis resmi Huawei kepada Akurat.co, Kamis (28/2).
Sementara, Phone Arena memberikan pujian kepada Mate X dengan mengatakan Huawei sukses menciptakan perangkat paling revolusioner dan paling inovatif yang pernah ada.
"Smartphone ini dapat menentukan arah masa depan tidak hanya bagi Huawei, tetapi bagi industri smartphone secara umum," kata Phone Arena.
Penilaian bagus dari Phone Arena didasarkan pada spesifikasi seperti layar 8 AMOLED inci, dimensi yang tetap tipis meski dilipat menjadi smartphone berlayar 6,6 inci, teknologi fingerprint sebagai tombol power, konektivitas cepat 5G di dalamnya, kamera Leica, dan kapasitas baterai 4500mAh yang punya teknologi SuperCharge 55W yang bisa mengisi 85 persen hanya dalam 30 menit.
Sedangkan Stuff menyoroti lima hal yang patut diketahui mengenai Huawei Mate X seperti kehadiran 3 layar tipis, konektivitas 5G, baterai besar dan kamera yang mengesankan. Ketika tidak dilipat, Stuff menyatakan Mate X akan mengingatkan pada iPad Pro. Stuff menganggap Galaxy Fold masih terlihat gemuk sedangkan Mate X sebaliknya.
GSMArena memuji kemampuan SuperCharge pada Mate X yang disebut smartphone dengan charging tercepat. Sedangkan The Next Web menyimpulkan bahwa Huawei Mate X adalah perangkat yang indah.
"Ini desain yang paling mencengangkan yang pernah saya lihat dalam tujuh tahun saya meliput teknologi. Ini adalah produk hasil perenungan dan imajinasi mendalam oleh Huawei, secara nyata mendorong batas-batas dari apa yang bisa dilakukan oleh smartphone," tutur penulis The Next Web.
Untuk diketahui, desain lipat pada Mate X disebut Falcon Wing Mechanical Hinge. Di dalamnya, Huawei menanamkan chipset modem multi-mode 7nm Balong 5000 yang berpartner dengan Kirin 980.
Smartphone ini memiliki baterai berkapasitas 4500mAh yang juga mendukung HUAWEI SuperCharge 55W dan diklaim tercepat di dunia. Ketika dilipat, perangkat ini adalah smartphone dengan layar 6,6 inci. Dan ketika dibuka, smartphone ini berubah menjadi tablet ramping dengan layar 8 inci.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 13 Februari 2019

Huawei Siap Menghadapi Pengawasan Ketat Di Eropa Demi Menjadi Pemasok Jaringan 5G

Huawei dilarang memasok 5G di Australia | REUTERS/Aly Song
Huawei sudah siap untuk menghadapi pengawasan yang ketat dari pihak keamanan jika hal tersebut diperlukan agar tetap bisa terlibat dalam pengembangan dan persaingan teknologi jaringan 5G di Eropa tengah dan timur.
Kepala Keamanan Huawei di Amerika Serikat, Andy Purdy, Rabu (13/2), mengungkapkan pihaknya siap bekerja dengan pemerintah, terkait langkah-langkah tambahan dalam pengawasan seperti menguji kode sumber produknya. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa perusahaannya memang sama sekali tidak melakukan spionase untuk pemerintah Tiongkok.
Sebelumnya, kementerian luar negeri AS, Mike Pompoe telah memperingatkan sekutunya agar tidak menggunakan perangkat Huawei. Hal tersebut, kata Pompoe, dapat mempersulit Washington untuk bermitra dengan mereka (sekutu).
Purdy menuturkan, AS sangat gigih dan kuat dalam mengkomunikasikan pesan tentang perusahaannya di wilayah Eropa. Jika pemerintah AS tetap melarang Huawei terlibat dalam pengembangan jaringan 5G, sambungnya, pihaknya akan tetap optimis melihat potensi penjualan produknya di eropa, khususnya Polandia.
“Kami percaya bahwa suatu hari di masa depan, kita akan diizinkan untuk bersaing dalam bisnis itu, jika tidak diizinkan bersaing sekarang," tambahnya.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 12 Februari 2019

Badung Sediakan 1.074 Perangkat Wifi Gratis

WiFi menjadi jalan bagi peretas | New Project
Badung, salah satu Kabupaten di Bali ini baru-baru ini mengumumkan hal yang menggembirakan, pasalnya dibeberapa tempat sudah ada perangkat wifi gratis.
Melalui Program layanan AKSI Badung atau Akses Internet di Seluruh Kawasan Kabupaten BadungBali, telah memasang 1.074 perangkat free wifi yang tersebar di 1.007 titik lokasi.
Menurut keterangan Humas Pemkab Badung di Mangupura, Senin (11/2) layanan internet gratis pada program AKSI Badung telah dipasang di sejumlah tempat seperti sekolah, kantor Perbekel, kantor Kecamatan, Banjar serta beberapa lokasi objek wisata.
Untuk memastikan program AKSI Badung berjalan dengan baik, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja bersama Tim BARES 1 yang merupakan Unit Reaksi Cepat Badung Responsif bidang Jaringan melakukan monitoring program AKSI Badung di sejumlah titik.
"Monitoring kami lakukan untuk melihat secara langsung kualitas layanan akses internet gratis Badung Free Wifi dan memastikan kestabilan aksesnya serta untuk mendapatkan masukan terkait akses internet di Badung, ujar Wayan Weda Dharmaja.
Dalam monitoring tersebut, tim mengunjungi SDN 3 Sading, objek wisata Taman Ayun Mengwi, SMPN 1 Mengwi, Banjar Peregae Desa Mengwi, Kantor Camat Mengwi, Kantor Desa Punggul Abiansemal dan Puskesmas Abiansemal.
Weda Dharmaja menjelaskan, program AKSI Badung mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang merupakan program dari Kementerian PAN dan RB.
"Ke depannya, seluruh Badung akan dicakup layanan wifi gratis. Hal itu merupakan komitmen dari Bupati Badung agar seluruh masyarakat Badung dapat melek teknologi. Karena mereka yang menguasai teknologi akan bisa menguasai dunia, katanya. Menurutnya, dari kegitan monitoring itu, dapat diketahui bahwa akses internet gratis tersebut telah berfungsi dengan baik dengan kecepatan yang stabil.
"Selain itu kami juga mendapatkan masukan agar Dinas Kominfo dapat menambahkan perangkat wifi di masing-masing lokasi untuk memperluas coverage (luas cakupan) jaringan wifi. 

Sumber: Akurat.co

Senin, 11 Februari 2019

3 Cara Ampuh Menghemat Kuota Internet Anda

Teka-teki untuk mendapat kata sandi Wi-Fi | CNET
Masyarakat sekarang tidak akan bisa dipisahkan dengan smartphone dan internet, hal ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi yang mengharuskan mereka untuk selalu terhubung oleh dunia internet, entah itu untuk pekerjaan maupun hanya untuk sosial media.
Setiap hari smartphone selalu terhubung dengan koneksi internet. Sehingga kerap kali penggunaan media sosial menguras kuota data. Hal ini tentu menjadi keluhan dari setiap pengguna ponsel.
Nah, bagi anda yang ingin menghemat kuota data namun tetap bisa onlineberikut ada beberapa tipsnya.
Ubah Jaringan Jadi 3G
Tak bisa disangkal, jaringan 4G memang menawarkan kecepatan internet yang tinggi. Akan tetapi jaringan 4G tentu akan lebih memakan data. Terlebih saat melakukan live streaming atau menonton video.
Untuk menghemat kuota internet, ubahlah mode jaringan menjadi 3G. Jaringan tersebut dapat diubah secara manual melalui menu pengaturan di ponsel. Kemudian pilih "Sim card setting", lalu pilih menu "Network Type".
Jika semula memilih jaringan LTE, ubahlah menjadi jaringan 3G.
Pantau Pemakaian Data dari Ponsel
Perlu diketahui, pemakaian aplikasi di foreground dan background dapat memakan kutota internet. Umumnya, pemakaian aplikasi media sosial mendominasi pemakaian kuota.
Agar mudah mengontrolnya, anda dapat melihatnya di menu pengaturan, kemudian pilih "Data Usage".
Dari infografis yang disuguhkan akan ketahuan aplikasi mana yang paling boros kuota internet. Selain itu kamu juga dapat mengatur aplikasi mana yang dapat aktifatau tidak ketika ada koneksi internet.
Ubah Auto-Update Aplikasi
Ugrade aplikasi melalui Google PlayStore akan berjalan otomatis ketika tersedia koneksi internet. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan borosnya kuota internet.
Menghindari hal tersebut, ubah pengaturan auto-update menjadi tidak sama sekali atau saat tersedia koneksi Wifi.
Anda dapat mengubahnya melalui aplikasi Google PlayStore, lalu menuju Setting atau Pengaturan, kemudian pilih "Auto-update app". Lalu pilih atau centang yang bertuliskan "Auto-update apps over Wifi Only" atau "Over Wifi Only".

Sumber: Akurat.co

Kamis, 07 Februari 2019

NetApp Prediksi Cloud Berbasis Container Tumbuh Pesat Di Tahun 2019

Platform keaman siber yang berbasis cloud
Perusahaan yang bergerak dibidang manajemen data untuk cloud hybrid, NetApp, memprediksi bahwa di tahun ini, tren teknologi orkestrasi cloud berbasis container akan tumbuh pesat. Hal itu akan mendorong para arsitek TI untuk merancang data dan pemrosesan data, juga membangun hybrid multi cloud dengan data fabric daripada sekedar data center.
Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia mengatakan kemampuan-kemampuan baru ini juga akan mengotomasikan penyampaian layanan-layanan infrastruktur sebagai komoditas yang dinamis, dan penghantaran platform container serta beban kerja dari dan menuju solusi penyedia layanan yang paling efisien untuk pekerjaan tertentu.
Ia mencontohkan pengadopsian perangkat orkestrasi container, Kubernetes di Asia bertumbuh sampai dengan 58 persen dalam tujuh bulan terakhir pada 2018.
"Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan semakin bersedia untuk menggunakan perangkat orkestrasi container,seperti Kubernetes ini," ujar Ana dalam diskusi media di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).
Pihaknya memperkirakan bahwa tren tersebut akan terus berlanjut karena tools seperti ini dapat mempermudah pengelolaan aplikasi dalam container. Ana meyakini tren akan terus tumbuh mengingat platform container dan hybrid multi cloud semakin menjadi hal yang umum di kalangan perusahaan.
"Tahun 2019 juga akan menyaksikan munculnya teknologi-teknologi orkestrasi cloud berbasis-container yang memungkinkan pengembangan aplikasi hybrid cloud. Karena hal ini berarti bahwa aplikasi-aplikasi baru akan dikembangan untuk penggunaan public cloud dan on-premise," terangnya.
Ia menuturkan hal itu akan mempermudah pemindahan beban kerja ke data yang dihasilkan, daripada mem-porting data ke lokasi aplikasi.
“Dengan disrupsi dan perubahan sebagai satu-satunya hal yang konsisten, penting bagi organisasi dan perusahaan untuk dapat merubah data menjadi aset strategis dan merespon perubahan pasar dengan fleksibel," ucap Ana.
"Oleh karena itu, perusahaan dan bisnis harus merangkul hybrid cloud, platform container dan edge computing untuk dapat memanfaatkan kemampuan- kemampuan ini dan mendorong pertumbuhan bisnis dalam ekonomi digital," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 06 Februari 2019

Instagram Kembangkan Fitur Terbaru Yang Memudahkan Pengguna Untuk Login Dengan Banyak Akun

Aplikasi Whatsapp, Messenger dan Instagram. | Getty Images
Instagram adalah salah satu aplikasi sosial media yang sekarang paling banyak digunakan di Indonesia maupun diberbagai negara lainnya.
Instagram kali ini dikabarkan sedang menggarap fitur yang memungkinkan penggunanya untuk masuk ke beberapa akun hanya dengan satu nama pengguna dan satu kata sandi. Hal ini diketahui oleh peneliti media sosial bernama Ishan Agarwal
Dilansir dari Engadget, Selasa (5/2), Ishan mengatakan terdapat kode program untuk fitur yang disebut 'App Linking’ dalam file APK versi alpha Instagram untuk perangkat Android.
Kode tersebut diprediksi memungkinkan pengguna untuk membuat akun utama dapat mengatur profil akun lain yang mungkin dimiliki pengguna. Ketika masuk ke akun utama, maka secara langsung akan masuk ke akun lain dari pengguna.
Ishan mengklaim hal ini dapat dapat memudahkan pengguna jika memiliki lebih dari akun, seperti untuk pribadi dan akun bisnis. Di sisi lain, fitur ini juga dianggap bisa membahayakan privasi. Mengingat jika akun tersebut diretas, maka peretas dapat langsung masuk ke seluruh akun secara langsung.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika fitur tersebut benar akan hadir di Instagram, pengguna yang ingin memanfaatkannya disarankan untuk meangktifkan keamanan otentikasi dua faktor.
Namun, Instagram belum secara resmi mengumumkan akan adanya fitur tersebut, sehingga belum bisa diprediksi kapan akan dirilis dan dapat digunakan pengguna di perangkat Android.

Sumber: Akurat.co

Firefox 66 Hadir Untuk Memungkinkan Pengguna Menonaktifkan Video Atau Audio Secara Otomatis

Mozilla Firefox | CNET
Mozilla Firefox adalah salah satu browser paling banyak dipakai selain Google Chrome, kali ini Mozilla menghadirkan fitur yang memungkinkan penggunanya untuk menonaktifkan video maupun audio secara otomatis di situs web.
Video atau audio yang secara tiba-tiba muncul ketika sedang berselancar memang menjengkelkan para pengguna, selain mengagetkan hal itu juga mengganggu kenyamanan berinternet.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (6/2) Mozilla telah mengumumkan bahwa pada Firefox versi 66, browser secara otomatis akan mematikan video dan audio yang muncul secara otomatis juga di situs web yang sedang dimuat. Audio dan video baru bisa muncul ketika pengguna mengizinkan.
"Dimulai dengan rilis Firefox 66 untuk desktop dan Firefox untuk Android, Firefox akan memblokir audio dan video yang terdengar secara default," jelas Mozilla.
Sekarang pengguna tak perlu lagi khawatir akan dikagetkan oleh audio dan video ketika membuka situs tertentu. Menurut Mozilla, audio dan video pada situs akan dinonaktifkan ketika pengguna berinteraksi secara manual, artinya mereka perlu mengklik tombol "play" sendiri ketika menghendaki audio dan video diputar.
"Kami hanya mengizinkan situs untuk memutar audio atau video dengan keras melalui API HTMLMediaElement setelah halaman web berinteraksi dengan pengguna untuk memulai audio, seperti pengguna mengklik tombol play," tambah Mozilla.
Nah, fitur ini sendiri akan segera bisa diaktifkan secara default di-build Firefox 66 yang akan mulai tersedia pada 19 Maret 2019 mendatang.

Sumber: Akurat.co

Ekstensi Baru Google Dihadirkan, Guna Perkuat Keamanan Kata Sandi Di Browser Chrome

Ilustrasi Password
Kata sandi atau password adalah bagian terpenting dari sebuah account selain ID / username, kali ini Google resmi meningkatkan keamanan usernya dengan meningkatkan pemeriksaan kata sandi di browser Chrome mereka.
Pemeriksaan kata sandi jadi ekstensi baru untuk browser Chrome dari Google yang bertujuan untuk menambah keamanan pengguna. Ekstensi ini secara otomatis akan memeriksa apakah kata sandi pengguna telah bocor dalam pelanggaran data.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (6/2) setelah ekstensi dipasang, kredensial pengguna akan diperiksa ulang terhadap basis data hampir empat miliar nama pengguna dan kata sandi. Pengguna akan mendapat peringatan jika ditemukan kesamaan kata sandi dengan pengguna lainnya.
Google mengatakan bahwa ekstensi ini mendukung untuk sebagian besar situs web Amerika Serikat. Setelah ekstensi ditambahkan ke browser Chrome, ikon Pemeriksaan kata sandi akan muncul di bilah browser. Ikon akan berubah menjadi merah dan memperingatkan pengguna ketika kredensial mereka berpotensi tidak aman karena jangkauan.
Ekstensi pemeriksaan kata sandi di browser Google Chrome.  UBERGIZMO
Ekstensi baru yang dihadirkan oleh Google ini mungkin bukanlah jaminan bahwa kata sandi pengguna akan aman sepenuhnya. Namun, setidaknya ada peringatan awal yang didapat pengguna ketika kata sandinya terindikasi mengalami pelanggaran data.
Google sendiri mengklaim bahwa ekstensi ini aman untuk data penggunanya, semua transmisi dienkripsi dan tidak dapat melihat data itu sendiri. Peringatan apa pun tentang data yang dikompromikan sepenuhnya akan dihasilkan secara lokal ke perangkat pengguna.
Jika pengguna tidak ingin menggunakan ekstensi semacam ini, yang terus-menerus menjalankan kata sandi melalui basis data, bisa menggunakan layanan seperti https://haveibeenpwned.com/ untuk fungsi serupa.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 05 Februari 2019

Tampilan 5G Pada iOS Terbaru Apple Ternyata Tidak Menambah Kecepatan Internet

Tampilan iPhone dengan ikon data internet AT&T 5G E | Slashgear
Apple saat ini telah resmi meluncurkan pembaruan iOS 12.2 versi beta dengan menghadirkan tampilan baru, yakni ikon data internet bertuliskan 5G E dari AT&T dan fitur animasi tambahan pada stiker Anomaji.
Melansir Slashgear, Selasa (5/2), beberapa pengguna iPhone yang telah melakukan pembaruan iOS akan melihat tampilan ikon baru pada perangkatnya. Ikon data internet pada layar tersebut akan bertuliskan 5G E yang merupakan singkatan jaringan 5G Evolution.
Ikon baru pada perangkat iPhone tersebut seakan menunjukan bahwa perangkatnya sudah mendukung jaringan 5G. Namun, hal tersebut hanyalah pembaruan tampilan yang dilakukan oleh AT&T dengan maksud mengubah citra jaringan 4G-nya.
“5G Evolution adalah langkah pertama kami menuju 5G. Peningkatan yang kami lakukan saat ini sudah memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan LTE yang sudah ada,” ujar AT&T
Pihak AT&T mengungkapkan saat ini belum ada iPhone yang dirilis dengan dukungan jaringan 5G dan tampilan ikon 5G Evolution tersebut tidak terlalu berarti ataupun mengubah kecepatan data iPhone.
“Pada kenyataannya, ikon 5G E tidak mengubah kecepatan data yang dapat diterima iPhone saat ini,” jelas AT&T.
Selain perubahan pada ikon data internet, pembaruan iOS 12.2 versi beta ini juga menghadirkan beberapa karakter baru dan juga animasi khusus pada stiker Anomaji. Stiker Anomaji meniru gerakan wajah penggunanya dari kameran, dan pada pembaruan ini memungkinkan karakter memamerkan gigi jika penggunanya tersenyum.

Sumber: Akurat.co

Hybrid Cloud Hadir Untuk Jadi Solusi Tantangan Platform Digital Masa Depan

Hybrid Cloud
Seiring perkembangan platform digital dengan sangat cepat, makin luas dan kompleks, akan banyak berbagai macam tantangan di masa depan. Kebangkitan platform digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan dengan mengkonfigurasi ulang penciptaan sumber daya baru dengan skala yang lebih efisien, serta berbasis data untuk membentuk lingkaran umpan balik dalam komunitas.
Model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan. Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.
Kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security. Karena itu, dibutuhkan solusi terdepan guna menjawab tantangan masa depan seiring dinamika bisnis yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan efisiensi.
“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujar Agus F. Abdillah, Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra saat menjadi pembicara dalam forum Future Commerce Indonesia 2019 Cloud Computing and Content Marketing di Jakarta kemarin.
Agus menjelaskan hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global.
Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan mereka serta mengintegrasikan dengan automated customer service.
Solusi tantangan masa depan di sector retailantara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics serta analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan. Kemudian, mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitivedi data center lokal.
Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi dengan nama hybrid cloud system. Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, namun bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global. 
Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin. Alex Budiyanto, Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), dalam kesempatan yang sama menjelaskan di masa depan, peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan bangsa ini. Dan seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing.
“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya.
Menurut dia, Internet of Things (IoT) akan mengirimkan data ke cloudartificial intelligencedan big data analytics merupakan jasa yang terhubung dengan cloud.
“Ini merupakan kampanye penting karena jika kita berbicara industri 4.0 kita akan bicara cloud computing karena cloud merupakan aspek fundamental dalam perjalanan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 31 Januari 2019

Ternyata Segini Biaya Untuk Membeli Domain .ID

Ilustrasi orang menggunakan laptop
Membuat sebuah situs autupun website ternyata tidak semudah membuat akun pada media sosial. Selain menentukan nama situsnya, pengguna juga harus menentukan domainnya. Salah satu domain yang cukup eksis di Indonesia adalah .ID.
Perlu diketahui, jika ingin menggunakan domain pada situs-situs tersebut perlu adanya alur registrasi dan biaya yang dikeluarkan. Soal biaya, Ketua Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah mengatakan harganya berbeda-beda.
Di tahun ini, untuk domain .ID harga satu tahun pertama adalah Rp159 ribu. Sementara domain CO.ID dan NET.ID sebesar Rp100 ribu untuk satu tahun pertama. Ada pula domain yang dibanderol Rp50 ribu untuk satu tahun pertama.
Akan tetapi harga domain tersebut tidak termasuk pajak, pembuatan website dan biaya hosting. Andi memperkirakan pengguna membutuhkan Rp300-600 ribu per tahun. Adapula, lanjut Andi, domain premium.
Domain premium adalah alamat situs yang jumlah karakternya tidak lebih dari lima huruf atau digit, contohnya JD.ID, OLX.ID. Ia menyebutkan untuk empat digit harga dasarnya Rp2 juta, untuk tiga digit Rp15 juta, dua digit Rp500 juta. Walau dibanderol dengan harga yang cukup mahal, Andi mengaku banyak pihak yang mengajukan.
"Selama 2018 keseluruhannya 682 (pengaju) itu terdiri dari yang dua digit, tiga digit dan empat digit," tambahnya.
Ia mengatakan keuntungan domain premium adalah agar mudah diingat oleh masyarakat.
Sebelumnya, PANDI telah memaparkan laporan tahunan pengguna domain .ID sepanjang 2018. Disebutkan saat ini situs terdaftar untuk domain .ID sebanyak 281.467.