Tampilkan postingan dengan label Lenovo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lenovo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2019

Target Pasar Lenovo, Generasi Milenial Yang Suka Produk Premium

Jajaran internal Lenovo Indonesia di Kantor Lenovo, Wisma 46, Jakarta, Kamis (7/2)
Lenovo Indonesia telah melaporkan pencapaian bisnisnya selama tahun 2018. Country General Manager Budi Janto mengklaim bahwa Lenovo merupakan brand nomor satu di global. Sedangkan di Indonesia berada di urutan kedua. Adapun total pangsa pasarnya diperkirakan mencapai 22 persen.
"Marketshare kita kalau secara global kan kita nomor satu, kalau di Indonesia sendiri kita nomor dua. Kalau di-combine PC notebook AIO secara keseluruhan angkanya itu sekitar 22 persen dari Q1-Q3 ya menurut IDC," kata Budi usai memperkenalkan kantor barunya di Wisma 46, Jakarta, Kamis (7/2).
Memasuki 2019, lanjut Budi, Lenovo akan lebih fokus kepada produk premium. Adapun produk premium laptop dan PC dengan seri Yoga, Legion dan PC All-in-one (AIO). Ia melihat dari pangsa pasar yang kini didominasi oleh kalangan milenial ini sangat menyukai produk premium dari Lenovo. Salah satunya adalah laptop gaming, Legion.
"Kita itu banyak campaign ke premium. Karena klan milenial suka yang premium, misalnya gaming karena milenial buat kerja tapi bisa buat main juga. Kalau dia gak suka yang gaming," lanjutnya.
Jika pihak konsumen ada yang tidak suka bermain game, Budi juga mengunggulkan laptop seri Yoga yang didesain convertiable atau bisa dipakai sebagai tablet ataupun laptop.
Sedangkan dari sisi komersial dan enterpriseLenovo juga akan tetap fokus dengan produk premium, yaitu Thinkpad.
Sementara, di tahun politik ini, Budi juga mengatakan tidak ada target pencapaian yang ambisius. Ia lebih memilih untuk pertumbuhan bisnisnya berkelanjutan.
"Sebenarnya kita enggak ambisius untuk jadi nomor satu, tapi kita akan tumbuh yang sustainable," jelasnya.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 20 Januari 2019

Lenovo Akan Produksi Smartphone lipat (Foldable)

Desain smartphone layar lipat Moto Razr berdasarkan konsep yang dikembangkan dari Razr V3. | Tech Configuration
Perusahaan Lenovo Group, yang merupakan pembeli dari Motorola dikabarkan akan memproduksi ulang ponsel lipat klasik Motorola Razr menjadi ponsel pintar dengan layar lipat (Foldable). Ponsel yang populer pada tahun 2000-an tersebut akan dibandrol dengan nominal harga sekitar Rp21 juta pada versi terbarunya.
CEO Lenovo, Yang Yuanging, pada perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2018 menjelaskan bahwa Lenovo akan menghadirkan kembali Motorola Razr dan fokus pada teknologi layar lipat.
Ia menjelaskan, perusahaannya telah bekerja sama dengan Verizon Communication untuk mengembangkan dan memasarkan produk terbaru dari Motorola Razr pada Februari 2018. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa media teknologi, banyak kabar yang beredar bahwa spesifikasi dari Motorola Razr versi terbaru akan hadir dengan layar 6 inci dalam keadaan tidak telipat, dan 2,5 inci ketika dilipat.
Motorola Razr juga diperkirakan akan memiliki layar depan tambahan pada bagian bawah dengan pemindai sidik jari. Produk ini menggunakan teknologi layar QHD Amoled, RAM 6GB dengan memori penyimpanan sampai 256GB.
Kamera pada produk ini dikabarkan memiliki sensor 16MP plus 12MP yang mampu merekam video 4K untuk kamera belakang. Sedangkan kamera depan memiliki sensor 12MP.
Terlepas dari konsep dan spesifikasi, Lenovo telah mematenkan teknologi layar lipat menyamping, seperti dua ponsel yang disatukan dengan engsel. Rencananya, ponsel lipat tersebut akan rilis Februari mendatang.
Sumber: Akurat.co