Tampilkan postingan dengan label 5G network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5G network. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2019

Huawei Siap Menghadapi Pengawasan Ketat Di Eropa Demi Menjadi Pemasok Jaringan 5G

Huawei dilarang memasok 5G di Australia | REUTERS/Aly Song
Huawei sudah siap untuk menghadapi pengawasan yang ketat dari pihak keamanan jika hal tersebut diperlukan agar tetap bisa terlibat dalam pengembangan dan persaingan teknologi jaringan 5G di Eropa tengah dan timur.
Kepala Keamanan Huawei di Amerika Serikat, Andy Purdy, Rabu (13/2), mengungkapkan pihaknya siap bekerja dengan pemerintah, terkait langkah-langkah tambahan dalam pengawasan seperti menguji kode sumber produknya. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa perusahaannya memang sama sekali tidak melakukan spionase untuk pemerintah Tiongkok.
Sebelumnya, kementerian luar negeri AS, Mike Pompoe telah memperingatkan sekutunya agar tidak menggunakan perangkat Huawei. Hal tersebut, kata Pompoe, dapat mempersulit Washington untuk bermitra dengan mereka (sekutu).
Purdy menuturkan, AS sangat gigih dan kuat dalam mengkomunikasikan pesan tentang perusahaannya di wilayah Eropa. Jika pemerintah AS tetap melarang Huawei terlibat dalam pengembangan jaringan 5G, sambungnya, pihaknya akan tetap optimis melihat potensi penjualan produknya di eropa, khususnya Polandia.
“Kami percaya bahwa suatu hari di masa depan, kita akan diizinkan untuk bersaing dalam bisnis itu, jika tidak diizinkan bersaing sekarang," tambahnya.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 22 Januari 2019

Xiaomi, Lenovo Kembangkan Ponsel Berkemampuan 5G Dengan Kenaikan Produk Setara Dengan $100 US

Apa itu 5G dan Kapan Akan Hadir di Indonesia
Ponsel berkemampuan 5G nampaknya bukan menjadi buah bibir lagi, tetapi telah menjadi kenyataan. Perusahaan asal Tiongkok sekaliber OnePlus, Xiaomi dan bahkan Lenovo, mulai bergegas untuk merilis smartphone komersial pertama mereka yang tentunya dilengkapi teknologi 5G.
Xiaomi telah ‘menggoda’ pasar sejak peluncuran MI MIX 3. Sayang, chipset yang digunakan, Qualcomm Snapdragon 855, tidak menyematkan teknologi generasi kelima itu lantaran kenaikan biaya produksinya belum disepakati.
Sejumlah media, termasuk Gizchina, menyebut perkiraan biaya produksi ponsel anyar yang mengadopsi teknologi 5G naik hingga CNY 500 atau setara dengan $74 US. Bila ditambah pajak dan biaya lainnya, kenaikan biaya produksi bisa mencapai $100 US.
Tentu saja, dengan meningkatnya persaingan dan semakin banyak penggunanya, harga perangkat 5G akan segera turun. Ditambah, pembangunan infrastruktur 5G yang kini digalakkan di seluruh dunia.
Penting untuk dicatat, kenaikan harga ini hanya berlaku untuk pasar Cina. Khusus untuk Eropa dan Amerika bisa dipastikan yang lebih tinggi. Beberapa sumber mengatakan bisa mencapai $200 - 300 US.