Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2019

Ponsel Gaming Xiaomi Akan Ungkap Detailnya, Mobile Gamers Sudah Siap?

Black Shark 2, ponsel gaming Xiaomi yang harganya terjangkau
Tidak ada akan habisnya jika kita berbicara tentang teknologi, khususnya teknologi di dunia ponsel, jaman sekarang ponsel tidak hanya untuk menelpon maupun sms-an saja, banyak juga ponsel saat ini yang memang diperuntukkan untuk bermain mobile games.
Salah satunya adalah Ponsel Gaming Black Shark besutan Xiaomi, ponsel ini mendapat perhatian dunia. Kabar baiknya, penerus Black Shark akan segera hadir. Kemungkinan akan menggunakan nama Black Shark 2.
Black Shark 2 telah mengantongi sertifikat 3C dan akan mendukung pengisian daya cepat 27 Watt. CEO Wu Shimin, melalui media sosial, membocorkan spesifikasi Black Shark 2. Kelak, Black Shark 2 akan menggunakan layar OLED. 

Gizchina memuat berita tentang dagu Black Shark 2 yang jauh lebih tipis dari pendahulunya. Menggunakan teknologi COF (chip on film) dan chipset Snapdragon 855 berpendingin cair. Memiliki 12GB RAM lengkap dengan pemindai sidik jari terpasang di layar atau sisi.
Kabar baiknya, Black Shark 2 akan dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Tentunya, langkah ini untuk mengimbangi persaingan di ranah ponsel gaming yang kian ketat.

Sumber: Akurat.co

Ponsel Gaming Dari Vivo? Spesifikasinya Gahar, Sob!

Dua varian smartphone iQoo | GSMARENA
Saat ini, banyak juga produsen-produsen smartphone mengeluarkan produk ponsel yang bertema ponsel gaming, salah satunya adalah Vivo.
Inilah smartphone premium pertama dari IQoosub-brand milik Vivo. Ia menyandang slogan 'Monster Inside' karena spesifikasinya yang tinggi. Bukan hanya sekedar ponsel premium, smartphone ini juga diperuntukkan untuk para gamer.
Dilansir dari GSM Arena, Minggu (3/3) IQoo, ditenagai dengan prosesor Snapdragon 855 dengan RAM 12GB dan memori internal 256GB.
Secara desain, ia mengusung layang AMOLED 6,41 inci dengan model waterdrop notch. Didalam layarnya memiliki pemindai sidik jari untuk faktor keamanandan bodi belakangnya memiliki warna gradasi dua varian, oranye-hitam (Lava Orangr) dan biru-hitam (Electric Blue).
IQoo memiliki dukungan pengisian cepat 44W. IQoo mengklaim teknologi ini dapat mengisi daya 50 persen dari baterai 4.000 mAh dalam 15 menit, 85 persen dalam setengah jam dan pengisian penuh akan dilakukan dalam 45 menit.
Karena ponsel ini ditujukan untuk gamer mobile, ia memiliki teknologi pendingin yang dinamakan 'super liquid cooling'Selain itu terdapat fitur pendukung kinerja sang monster seperti AI Turbo, Center Turbo, Net Turbo, Cooling Turbo, dan Game Turbo, yang disatukan dalam satu layanan bernama Multi-Turbo. Mereka akan meningkatkan kinerja aplikasi hingga 30 persenframe rate dengan lebih dari 70 persen, dan peralihan otomatis antara Wi-Fi dan jaringan 4G saat bermain game.
Selain itu, IQoo juga dilengkapi dengan tiga kamera belakang diantaranya 13 MP lensa wide angle + 12 MP lensa utama + 2MP lensa potrait. Kamera ini didukung dengan sensor Sony IMX263.
Harga untuk VIVO iQOO di Electric Blue atau Lava Orange dibanderol mulai dari versi RAM 6GB + ROM 128GB 2.998 Yuan atau Rp6,3 juta. 
-versi RAM 8GB + ROM 128GB seharga 3.298 Yuan atau Rp6,9 juta. 
-versi RAM 8GB + ROM 256GB harga 3.598 Yuan atau Rp7,6 juta.
- versi RAM 12GB + ROM 256GB harga 4.298 Yuan atau Rp9 juta.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 28 Februari 2019

Smartphone Energizer Memiliki Kapasitas Baterai 18.000mAh, Bahaya kah?

Ilustrasi Ponsel Energizer
Energizer yang dikenal sebagai merek produsen baterai dikabarkan akan merambah dunia smartphone pada awal bulan ini. Nantinya, ponsel besutan Energizer tersebut digadang-gadang bakal memiliki kapasitas baterai hingga 18.000mAh.
Dilansir dari Ubergizmo, Kamis (28/2), sayangnya beberapa pengamat malah menilai smartphone dengan daya sebesar itu merupakan lelucon, bahkan cenderung konyol. Mereka tidak bisa membayangkan akan setebal apa nantinya wujud dari gawai tersebut untuk menampung daya baterai sebesar itu.
Informasi mengenai Energizer yang berhasrat menghadirkan ponsel berkapasitas super besar ini sendiri terkuak dari ajang MWC 2019 di Barcelona, Spanyol yang berlangsung dari tanggal 25-28 Februari. Menurut rumor yang beredar Energizer Power Max P18K Pop akan menjadi nama dari gawai ini.
Saat ini ponsel dengan kapasitas baterai sebesar itu masih langka, bahkan memang belum ada. Dengan daya sebesar 18.000mAh, hari-hari bisa dilewati oleh pemiliknya tanpa mengisi ulang daya. Namun, di sisi lain menyimpan bahaya jika tidak diletakan dengan benar. Seperti kita tahu, tak sedikit kasus baterai meledak di saku penggunanya.
Selain kapasitas baterai yang mengerikan, gawai ini kabarnya akan dibekali layar 18:9 berukuran 6,2 inci. Kamera belakang 12MP + 5MP + 2MP ditambah kamera depan 16MP + 2MP. Ditenagai oleh teknologi chipset MediaTek Helio P70 dan didukung RAM 6GB dengan memori penyimpanan hingga 128GB.

Sumber: Akurat.co

Samsung Galaxy Fold Rumornya Hanya Akan Diproduksi 100rb Unit

Samsung Galaxy Fold 
Samsung, salah satu brand besar di dunia smartphone ini kembali meluncurkan produk terbarunya, yaitu Samsung Galaxy Fold.
Tapi rumornya, ponsel lipat besutan Samsung itu hanya akan diproduksi sebanyak 100 ribu unit saja. Kabar ini hampir mendekati kenyataan setelah Kate Beaumont, direktur produk, layanan, dan strategi komersial Samsung Inggris mengamini hal tersebut.
Menguti laporan The Verge, Kamis (28/2), Beaumont mengonfirmasi bahwa Samsung memang akan membatasi ketersediaan dari Galaxy Fold dibandingkan dengan Galaxy S10. Tetapi ia belum mau mengungkap jumlahnya secara pasti. Soal angka 100 ribu unit yang diprediksikan banyak pengamat, Beaumont tidak menampik dan juga tidak mengiyakannya.
Sebenarnya bukan sebuah kejutan apabila Samsung membatasi produksi untuk perangkat paling baru dari jenisnya itu. Salah satu alasan utamanya adalah biaya untuk membuat komponen baru pada ponsel ini tidaklah sedikit. Selain itu, Samsung tentu realistis dengan ingin melihat respon pasar terlebih dulu sebelum memproduksinya secara masif.
Galaxy Fold sendiri dirilis secara resmi bersamaan dengan ponsel flagship Samsung seri Galaxy S10. Pada ajang bertajuk "Samsung Galaxy Unpacked Event 2019" yang berlangsung pada 21 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium San Francisco, California, Amerika Serikat.
Layar Samsung Galaxy Fold menggunakan Infinity Flex Display baru berukuran 7,3 inci saat dibentangkan menjadi seperti tablet. Layar tersebut memiliki resolusi QXGA + (4.2: 3). Sementara ketika dilipat, layarnya HD + (12: 9) berukuran 4,6 inci.
Samsung menyematkan bagian engsel yang kokoh. Di bagian belakang terdapat tiga kamera yakni 16 MP (ultra-wide) + 12 MP (wide) dan 12 MP (telephoto). Sementara kamera depan 10 MP.
Dari segi harga, Samsung Galaxy Fold dibanderol dengan harga 1.980 Dollar AS atau Rp28 jutaan.

Sumber: Akurat.co

Huawei Mate X Dapatkan Penghargaan "Best of MWC" Di Barcelona

Huawei Mate X 
Ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona sudah berakhir, banyak dari produsen-produsen besar smartphone ujuk gigi diajang ini, salah satunya adalah Huawei, dengan produknya Mate X.
Smartphone lipat terbaru HuaweiMate X meraih penghargaan dari sejumlah media global dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Trusted Reviews memberikan predikat 'Best of MWC' untuk Mate X dan MateBook X Pro.
Hal itu berkat desain dan teknologi yang dinilai mengesankan. "(Mate X) adalah perangkat cantik dengan desain lipat yang lebih praktis ketimbang Galaxy Fold," demikian penilaian Trusted Reviews seperti disampaikan dalam rilis resmi Huawei kepada Akurat.co, Kamis (28/2).
Sementara, Phone Arena memberikan pujian kepada Mate X dengan mengatakan Huawei sukses menciptakan perangkat paling revolusioner dan paling inovatif yang pernah ada.
"Smartphone ini dapat menentukan arah masa depan tidak hanya bagi Huawei, tetapi bagi industri smartphone secara umum," kata Phone Arena.
Penilaian bagus dari Phone Arena didasarkan pada spesifikasi seperti layar 8 AMOLED inci, dimensi yang tetap tipis meski dilipat menjadi smartphone berlayar 6,6 inci, teknologi fingerprint sebagai tombol power, konektivitas cepat 5G di dalamnya, kamera Leica, dan kapasitas baterai 4500mAh yang punya teknologi SuperCharge 55W yang bisa mengisi 85 persen hanya dalam 30 menit.
Sedangkan Stuff menyoroti lima hal yang patut diketahui mengenai Huawei Mate X seperti kehadiran 3 layar tipis, konektivitas 5G, baterai besar dan kamera yang mengesankan. Ketika tidak dilipat, Stuff menyatakan Mate X akan mengingatkan pada iPad Pro. Stuff menganggap Galaxy Fold masih terlihat gemuk sedangkan Mate X sebaliknya.
GSMArena memuji kemampuan SuperCharge pada Mate X yang disebut smartphone dengan charging tercepat. Sedangkan The Next Web menyimpulkan bahwa Huawei Mate X adalah perangkat yang indah.
"Ini desain yang paling mencengangkan yang pernah saya lihat dalam tujuh tahun saya meliput teknologi. Ini adalah produk hasil perenungan dan imajinasi mendalam oleh Huawei, secara nyata mendorong batas-batas dari apa yang bisa dilakukan oleh smartphone," tutur penulis The Next Web.
Untuk diketahui, desain lipat pada Mate X disebut Falcon Wing Mechanical Hinge. Di dalamnya, Huawei menanamkan chipset modem multi-mode 7nm Balong 5000 yang berpartner dengan Kirin 980.
Smartphone ini memiliki baterai berkapasitas 4500mAh yang juga mendukung HUAWEI SuperCharge 55W dan diklaim tercepat di dunia. Ketika dilipat, perangkat ini adalah smartphone dengan layar 6,6 inci. Dan ketika dibuka, smartphone ini berubah menjadi tablet ramping dengan layar 8 inci.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 13 Februari 2019

Survey WHO: Lebih Dari 1Miliar Orang Usia Muda Berisiko Alami Kerusakan Pendengaran Akibat Volume Ponsel

Ilustrasi menggunakan ponsel
WHO mengatakan lebih dari satu miliar orang berusia muda berisiko mengalami kerusakan pendengaran akibat penggunaan berlebihan smartphone dan perangkat audio lainnya. PBB melalui WHO memperingatkan dan mengusulkan standar keaman baru untuk tingkat volume yang aman.
Dalam upaya untuk melindungi pendengaran, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan International Telecommunications Union mengeluarkan standar internasional yang tidak mengikat untuk pembuatan dan penggunaan perangkat audio.
Orang-orang yang berusia lebih muda sangat rentan karena kebiasaan mereka ketika mendengarkan berbagai perangkat. WHO mengatakan bahwa setengah dari mereka yang berusia antara 12 dan 35, atau 1,1 miliar orang, berisiko karena paparan yang terlalu lama dan berlebihan terhadap suara keras, termasuk musik yang mereka dengarkan melalui perangkat audio pribadi.
"Pengetahuan teknologi untuk mencegah gangguan pendengaran. Seharusnya tidak begitu banyak orang muda terus merusak pendengaran mereka saat mendengarkan musik. Orang-orang muda harus mengerti bahwa begitu mereka kehilangan pendengaran, itu tidak akan kembali," Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala WHO.
Melansir Times Now, Kamis (14/2) saat ini, sekitar lima persen dari populasi global, atau sekitar 466 juta orang, termasuk 34 juta anak-anak, menderita gangguan pendengaran. WHO mengatakan masih belum jelas berapa banyak dari mereka yang pendengarannya rusak karena penggunaan perangkat audio yang berbahaya.
WHO menganggap volume di atas 85 desibel selama delapan jam atau 100 desibel selama 15 menit tidak aman. WHO juga menyerukan kontrol volume otomatis pada perangkat audio untuk mencegah penggunaan yang membahayakan. Beberapa smartphone dan perangkat audio sudah menawarkan beberapa fitur ini.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 12 Februari 2019

Google Kembangkan Prosessor Buatan Sendiri Yang Diberi Nama "GChip"

Kantor pusat Google
Belakangan ini banyak produsen-produsen dari produk smartphone yang sangat bergantung pada perusahaan seperti Qualcomm untuk sebuah chipset yang digunakan di gawai mereka. Namun ada beberapa yang mulai lebih mandiri, seperti Samsung yang memiliki chipset Exynos sendiri, dan Huawei dengan prosesor Kirin mereka.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (13/2) Google juga dikabarkan tertarik untuk mengembangkan chipset mereka sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, rumor tentang Google yang bekerja untuk mengembangkan chipset mereka sendiri memang sudah terdengar. Merekrut tenaga ahli dari Apple jadi salah satu langkah perusahaan.
Sekarang, sebuah laporan terbaru menyebut bahwa Google akan memperluas upaya mereka dalam mengembangkan chipset besutannya sendiri yang berjuluk "GChip" dengan mempekerjakan tenaga ahli baru dari India.
Google sendiri belum mau mengomentari perekrutan terbarunya itu. Banyak pihak yang mengatakan bahwa langkah perusahaan tersebut bukanlah sesuatu hal mengejutkan, mengingat sebagian besar pembuat chipset memang berasal dari negara itu.
Google sebelumnya telah merancang chip server komputer untuk pusat datanya, serta chip pemrosesan gambar untuk smartphone besutan mereka sendiri, Pixel. Jadi, menjadi hal yang logis bahwa Google juga berhasrat mengembangkan prosesor sendiri untuk mentenagai smartphone-nya sehingga tak perlu lagi bergantung pada pihak ketiga.

Sumber: Akurat.co

Samsung Galaxy M20 Resmi Meluncur Ke Indonesia Dengan Kapasitas Baterai 5000 mAh

Konferensi pers peluncuran Samsung Galaxy M20 di Jakarta, Selasa (12/2)
Kabar terbaru hadir dari Samsung, Samsung resmi meluncurkan Galaxy M20 di Indonesia. Smartphone ini mengunggulkan kapasitas baterainya yang jumbo dengan 5000 mAh.
"Kami membawa Galaxy M20 untuk generasi masa kini di Indonesia, untuk mendukung kebutuhan mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka agar bisa terus terkoneksi sepanjang hari," kata Senior Product Marketing Samsung Electronic Indonesia, Selvia Gofar, saat acara Unboxing dan Product Experience Samsung Galaxy M di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (12/2).
Selain mengunggulkan baterai, desain yang diusung juga cukup unik. Galaxy M20 menjadi ponsel Samsung yang mengusung desain notch Infinity-V pertama dalam jajaran ponsel kelas menengahnya. Layarnya memiliki ukuran 6,3 inci Full HD+ dengan screen ratio 19,5:9. Walaupun ukurannya cukup luas, namun ponsel ini diklaim nyaman digenggam. Sehingga ponsel ini juga cocok untuk anak muda yang menonton video atau bermain game.
Pada sisi belakang ponsel, dilengkapi dengan dual kamera 13 MP dan 5 MP (wide angle) dan sensor pemindai jari. Bodi belakangnya cukup terlihat elegan, sayangnya lapisannya hanya berbalut polycarbonate alias plastik. Untuk warna desainnya terdapat varian hitam (Charcoal Black) dan biru tua (Ocean Blue)
Selain itu, layar depannya dilengkapi dengan kamera depan dengan resolusi 8 megapiksel F/2.0. Untuk kedua kamera dilengkapi dengan fitur Live Focus untuk menghasilkan foto bokeh yang natural. Kemudian, ponsel ini juga sudah mendukung teknologi Augmented Reality (AR) untuk menampilkan stiker dan emoji seperti ponsel flagship Samsung lainnya.
Samsung Galaxy M20 ditenagai dengan prosesor Octa-Core Exynos 7904 dengan RAM 3GB dan memori internal 32 GB. 
Baterainya yang super jumbo ini diklaim dapat tahan 28 jam talk-time. Baterainya juga dilengkapi dengan fast charging dan USB Type C. Sehingga saat pengisian daya hingga penuh hanya 2,5 jam.
Galaxy M20 dipasarkan situs e-commerce seperti Lazada, Blibli dan JD.id mulai 14-21 Februari 2019 dengan harga Rp2,8 juta.

Sumber: Akurat.co

"Ragu" Adalah Alasan Samsung Untuk Bawa Galaxy M10 Dan M30 Ke Indonesia

Samsung Galaxy M20 | SAMSUNG INDONESIA
Lagi, produk-produk semakin bertambah dan bersaing setiap harinya, kali ini saya akan membahas mengenai produk baru Samsung, Samsung baru saja meluncurkan Galaxy M20 pada Selasa (12/2). Ponsel pertama dalam line up terbaru dari seri M ini dikabarkan akan jadi pintu bagi ponsel lainnya. Salah satu ponsel yang telah dikonfirmasi secara resmi adalah Galaxy M10. Ponsel tersebut memiliki spesifikasi seperti Galaxy M20.
Galaxy M10 dilengkapi dengan prosesor Octa-Core Exynos 7870 dengan RAM 2GB dan memori internal 16 GB. Ponsel ini berdaya dengan kapasitas baterai 3.400 mAh.
Galaxy M10 hadir dengan desain layar yang sama yaitu hadirnya notch Infinity-V. Sayangnya, ukuran layarnya berbeda tipis yaitu 6,2 inci HD+ dengan rasio 19:9. Memiliki satu kamera depan dengan resolusi 5 megapiksel F/2.0. Serta kamera belakangnya terdapat 13 MP dan 5 MP (wide angle).
Sayang, Samsung belum memberikan informasi terkait tanggal peluncuran harga Galaxy M10 di Indonesia.
"Untuk kapan dan harganya kita belum bisa share. Nanti ya ditunggu," kata Senior Product Marketing Samsung Electronic Indonesia, Selvia Gofar, usai acara Unboxing dan Product Experience Samsung Galaxy M di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (12/2).
Jika melihat dari peluncuran di India, Galaxy M10 akan dijual dengan harga Rp2,1 jutaan.
Selain Galaxy M10, menurut rumor yang beredar, seri M lain yang akan segera rilis adalah Galaxy M30. Ponsel ini belum dirilis secara global. Selvia masih mempertimbangkan apakah ponsel tersebut bisa masuk ke Indonesia
"Galaxy M30 masih dipertimbangkan juga. Kita lagi mempelajari spesfikasinya dan dicocokan juga dengn konsumen kita, sebenarnya dibutuhkan atau enggak," tambahnya.
Dilansir dari GSM Arena, spesifikasi Galaxy M30 layar LCD 6,38 inci dengan Infinity V, resolusi 1080x2210 (FHD+), prosesor Exynos 7904 yang dipadu RAM 4GB atau 6GB.

Sumber: Akurat.co

V-Series Dari Vivo Hadir Dengan Fitur Pop Up Camera Pertama Di Indonesia

Ilustrasi Vivo V15
Untuk sebagian para pengguna smartphone, fitur pada kamera adalah satu hal yang harus dipertimbangkan jika ingin membeli produk tersebut.
Melalui official account di Facebook dan Instagram, VIVO mengkonfimasi bahwa smartphone V15 akan diperkenalkan sebagai V-Series pertama di Indonesia yang mengusung teknologi Pop-Up Camera.
“Kami akan memperkenalkan Vivo V15 sebagai V-Series pertama VIVO di Indonesia yang mengusung teknologi Pop-Up Camera beresolusi 32MP. Keinginan dan antusiasme dari kosumen setia VIVO mengenai teknologi elevating camera yang ditunggu-tunggu hadir di Indonesia,” ujar Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT VIVO Mobile Indonesia dalam keterangan resmi. 
Desain Vivo V15 tampil minimalis dengan layar penuh tanpa notch. Selain itu, terlihat perbedaan yang cukup signifikan pada penempatan Pop-Up Camera. Jika sebelumnya Pop-Up Camera pada APEX dan NEX terdapat di sisi kiri, desain smartphone V15 menempatkan motor penggerak Pop-Up Camera pada sisi kanan. 
Selain pada penempatan, resolusi 32MP yang diusung pada VIVO V15 lebih tinggi jika dibandingkan dengan seri VIVONEX dan purwarupa APEX sebelumnya yang sama-sama hadir dengan resolusi Pop-Up Camera 8MP.
Konsep Pop-Up Camera hadir seiring dengan kebutuhan akan layar smartphone yang semakin bezel-less, namun tetap menyajikan desain yang ergonomis bagi pengguna. 
VIVO pun mengeksplorasi kemungkinan untuk mengubah posisi hardwarekamera yang biasa ditempatkan pada bagian atas layar agar desain akhir smartphone dapat tampil dengan layar penuh.
Sejalan dengan sambutan positif yang didapatkan, fitur Pop-Up Camerapun ikut diprediksi sebagai salah satu tren smartphone global pada tahun 2019.

Sumber: Akurat.co

Senin, 11 Februari 2019

Ini Dia Bocoran Spesifikasi Kamera Dari Sony Xperia XZ4

Perkiraan bentuk Sony Xperia XZ4 
Bocoran tentang spesifikasi kamera dari produk smartphone terbaru sony telah beredar, Sony Xperia XZ4 dikabarkan akan memiliki teknologi kamera dengan resolusi mencapai 52 megapiksel dan diklaim sebagai yang tertinggi untuk smartphone. Melansir GSM Arena, Sabtu (2/2), smartphone flagship keluaran Sony itu diprediksi akan memiliki tiga kamera yang tersusun vertikal dengan kemampuan dan fungsi yang berbeda.
Kamera pertama akan memiliki lensa telefoto dengan resolusi 52MP dan aparature F2/6. Kamera kedua, adalah kamera utama, dengan resolusi yang sama namun memiliki aperture F1/6. Sementara untuk kamera ketiga akan memiliki teknologi sensor Time Of Flight (ToF), dengan resolusi 0,3MP dan aparature F1/4.
Lebih lanjut, pada kamera resolusi 52 megapiksel dikabarkan akan memiliki fitur Pixel Binning untuk meminimalisir noiseketika mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang redup. Sebelumnya, bocoran Sony Xperia XZ4 juga sempat beredar dengan menunjukan spesifikasi dari ponsel flagship tersebut.
Pada bagian layar ponsel dikabarkan telah menggunakan teknologi OLED dengan ukuran 6,5 inci QHD+. Perangkat ini juga telah menggunakan prosesor Snapdragon 855 dengan RAM 6Gb dan memori penyimpanan hingga 128Gb. Ponsel terbaru Sony ini diklaim telah mengadopsi teknologi pengisian daya adaptive charging dan Qi wireless charging.
Sampai saat ini pihak Sony belum mengumumkan secara resmi kapan Xperia XZ4 akan diluncurkan dan harga yang akan dibandrol untuk ponsel tersebut.

Sumber: Akurat.co

Radiasi Ponsel Berdasarkan Urutannya, Xiaomi Berada Diurutan Pertama

Xiaomi Mi A1 | MI.COM
Smartphone sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok sebagian masyarakat perkotaan karena mudah dibawa fleksibel untuk dibawa kemana-mana maupun untuk suatu pekerjaan sekalipun, hal ini mengakibatkan banyaknya radiasi yang dipancarkan oleh ponsel itu sendiri, entah itu untuk penggunanya maupun lingkungan.
Radiasi ponsel sudah lama menjadi isu bagi kesehatan. Berdasarkan laporan dari Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Radiasi, ada sejumlah ponsel yang memancarkan radiasi terbesar.
Ponsel yang tergolong memancarkan radiasi besar itu merupakan ponsel terbaru dan cukup populer. Untuk memudahkan dalam ranking, laporan tersebut mengurutkan berdasarkan pancaran radiasi dalam watt per kilogram.
Berikut perangkat yang memancarkan tingkat radiasi tertinggi :
1. Xiaomi Mi A1 yang melepaskan 1,75 watt radiasi per kilogram. 
2. OnePlus 5T menempati posisi kedua dengan skor 1,68 watt per kilogram.
Selain itu ada beberapa smartphone populer seperti OnePlus 6T (1,55 watt), Pixel 3 XL (1,39watt), serta iPhone 8 (1,32watt).
Sebaliknya, gadget dengan pancaran radiasi paling rendah didominasi perangkat Samsung.
Lebih detilnya, ponsel Samsung Note 8 dan juga ZTE Axon Elite merupakan perangkat yang memiliki radiasi paling rendah. Keduanya hanya memancarkan radiasi 0,17 watt per kilogram.
Kemudian, disusul dengan ponsel LG G7 dan Samsung A8 berada di posisi selanjutnya dengan 0,24 watt per kilogram.
Ponsel lainnya adalah Samsung S8, S8+, dan S9, demikian dilansir Phone Arena, Senin (11/2).

Sumber: Akurat.co

Minggu, 10 Februari 2019

Pembaruan OS Android Pie Oleh Moto G6 Akan Segera Diluncurkan

Ilustrasi Moto G6 | UBERGIZMO.COM
Pembaruan pada OS utama untuk perangkat yang akan dirilis oleh beberapa produsen Android biasanya akan timbul masalah besar didalam sistem operatingnya. Tapi, Motorola tidak benar-benar melakukannya, bahkan perusahaan meluncurkan pembaruan diam-diam dan hanya mengkonfirmasi kedatangan dengan mengunggah changelog di situs web dukungan resmi.
Dilansir dari laman Ubergizmo, perusahaan dilaporkan meluncurkan Android 9 Pie untuk Moto G6 Plus di Brasil beberapa minggu yang lalu. Moto Z3 telah menerimanya juga, dan sekarang giliran Moto G6Motorola telah memasang changelogAndroid 9.0 di situs web dukungannya.
Pembaruan Android 9.0 Pie untuk Moto G6 menghadirkan patch keamanan sebagai tambahan untuk semua fitur yang diharapkan. Ini termasuk baterai adaptif yang memprioritaskan daya baterai pada aplikasi yang paling sering digunakan, kecerahan adaptif yang secara otomatis menyesuaikan kecerahan layar dengan aktivitas pengguna, kontrol audio yang ditingkatkan, perubahan antarmuka pengguna lain, dan banyak lagi.
Biasanya diperlukan pembaruan beberapa hari untuk mulai diluncurkan setelah changelog diposting di situs web. Pengguna harus berharap untuk mendapatkan notifikasi pembaruan over-the-air di handset mereka dalam beberapa hari mendatang. Mereka juga dapat mencoba menariknya secara manual dari server Motorola dengan masuk ke menu Pembaruan Sistem di aplikasi Pengaturan dan mengetuk Unduh dan instal.

Sumber: Akurat.co


Huawei P30 Tidak Jadi Diluncurkan Pada Ajang MWC 2019

Huawei seri P30 | 91MOBILE
Huawei P30 sempat dikabarkan akan diluncurkan di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 akhir bulan ini, ternyata statement yang beredar tersebut tidak terjadi, melaikan Huawei P30 akan dirilis pada bulan Maret mendatang. Gawai ini merupakan flagship penerus dari pendahulunya, P20 dan P20 Pro.
Dilansir dari Ubergizmo, Sabtu, (9/2) produsen asal Tiongkok itu dilaporkan memilih Paris sebagai lokasi peluncuran Huawei P30. Huawei memang kerap memilih ibukota Perancis itu untuk merilis jajaran gawainya sebelumnya. Meski sudah dikonfirmasi bulan dan lokasinya, tanggal persis masih dirahasiakan Huawei.
Dalam kesempatan ini, Huawei juga mengatakan bahwa mereka mencoba untuk melakukan ekspansi lebih dominan di Polandia. Guna memuluskan ambisinya tersebut, Huawei siap menambah armada stafnya di kantor Polandia dengan mempekerjakan 100 karyawan tambahan.
Huawei P30 sendiri bakal hadir dengan konsep lebih sporty. Bodi ponselnya dibalut dengan warna gradasi biru dan hijau tosca. Bodi belakang ponsel dilengkapi jajaran tiga kamera dengan flash LED. Namun di luar kebiasaan, di bodi belakang tidak terdapat cekungan sensor pemindai jari. Kemungkinan, Huawei kini mulai menyematkan sensor pemindai jari pada layar.
Huawei seri P30 kabarnya akan ditenagai oleh prosesor Kirin 980. Dilengkapi dengan Android Pie dan EMUI 9.0. Selain itu, diperkirakan juga akan terdapat dua varian RAM 6GB dan 8GB serta memori internal 128 GB dan 256GB. Sayangnya, belum ada informasi untuk kapasitas baterai ponsel ini.

Sumber: Akurat.co